Ulat Kecil dan Berbahaya Ulat Kuwaci "Kamitetep","Phereoeca Uterella"

Ulat Kecil dan Berbahaya Ulat Kuwaci "Kamitetep","Phereoeca Uterella"


Dirumah tiba tiba ada kuwaci, sambil menggerutu "hmmm..adek gw makan kuwaci sampe ga diberesin gini" dan tiba tiba kwacinya jalan...HAAAAAAAAAAAA...........
 Hmmm....pas dideketin ternyata itu hewan yang mirip kwaci, penasaran dengan jenis serangga yang aneh ini saya mulai browsing-browsing dan akhirnya ketemu..


hewan yang mirip kuwaci ini ternyata bernama Kamitetep (hehehehe..lucu ya namanya) atau dengan bahasa latinnya Phereoeca Uterella merupakan larva yang terbungkus oleh kepompong, jenis hewan ini memiliki 2 kepala, yang aslinya sih cuma satu kepala hanya saja pada ujungnya terdapat 2 lubang yang memudahkan larva tersebut untuk ganti posisi.



Kamitetep atau ulat kuwaci terbagi menjadi 2 jenis yaitu:
1. Kamitetep rumahan
    Kamitetep ini sudah jelas sesuai dengan namanya yaitu di rumah, Kamitetep jenis ini biasanya bersarang di bawah kursi, meja, kolong tempat tidur, lubang angin/ventilasi rumah, kandang ternak, kandang kayu, dan di semua tempat dalam/sekitar rumah kita yang tidak lama tidak terjamah oleh alat pembersih. Bentuk kepompong kamitetep yang pipih memudahkan hewan ini dalam berjalan atau menggantung. Panjang kamitetep kwaci pada umumnya antara 0,5 cm sampai 1 cm

2. Kamitetep Pohon
    Kamitetep pohon  jenis ini bentuknya kerucut. Sebenarnya kepompong kami tetep pohon juga memiliki 2 lubang, akan tetapi kedua lubang ini fungsinya berbeda, yang satu untuk mengeluarkan kepala dan sedikit bagian tubuhnya, sedangkan lubung pucuk kerucut berfungsi untuk jalannya cairan sutra yang dihasilkannya. Ukuran kamitetep pohon sekitar 2 cm. Perbedaan yang lain dengan "Phereoeca Uterella" jenis kwaci terletak pada bentuk dan tempat hidupnya serta sedikit/banyaknya cairan sutra yang dihasilkannya.Tempat hidup kamitetep pohon adalah di pohon dan sering dijumpai juga di bawah jembatan. Kepompongnya bersisik, warnanya coklat

Kamitetep ini ternyata memiliki bisa atau racun yang cukup tinggi Seperti halnya jenis ulat berbulu yang lainnya, kamitetep juga memiliki bulu keras dan pendek yang bulu berfungsi juga untuk menyerang musuhnya. Siapa pun yang menyentuh dirinya, maka kamitetep kan berusaha menyerang dengan cara menggigit/menyengat dan meninggalkan bisa melalui bulunya

Pengetahuan tentang mengenal kamitetep cukup penting karena sampai saat ini biasanya di antara kita belum paham betul tentang ciri-ciri hewan kamitetep bahkan masih ada yang belum pernah melihatnya. Jika kita sudah pernah melihat kamitetep ada baiknya informasikan kepada keluarga, teman, dan tetangga kita karena kamitetep merupakan hewan yang cukup berbahaya jika dia menyerang kita lewat racunnya.

Selama ini keberadaan kamitetep kurang diketahui oleh banyak orang karena mungkin mayoritas dari kita memang tidak begitu menyadari akan keberadaannya, padahal kamitetep hidupnya di sekitar kita. Seperti sudah saya tuliskan di atas bahwa kamitetep hidup di tempat yang kering dan tempat yang jarang terjamah oleh kita, misalnya di bawah kursi, di belakang almari, dan sebagainya.

Kepompong kamitetep yang masih ada ulatnya biasanya masih terlihat menggantung di bawah kursi atau di dinding, dan kepompong yang sudah menjadi kupu-kupu biasanya kepompong kosong tersebut menempel di dinding atau jatuh ke lantai/tanah

Jika kita terkena racun kamitetep maka sebaiknya kita segera mengobati atau menghilangkan bisa kamitetep tersebut agar warna memerah kulit, bentolan, rasa sengkring-sengkringnya segera hilang karena apabila dibiarkan maka racun itu bisa bersemayam di kulit kita selama 1 minggu bahkan lebih. Jika racun kamitetep dibiarkan dapat hilang dengan sendirinya setelah kulit yang terkena sengatan mengoreng dan kering.Adapun cara menghilangkan kamitetep/racun kamitetep antara lain sebagai berikut :
  • oleskan minyak seperti minyak tanah, minyak kayu putih, dan jenis minyak gosok lainnya
  • gunakan duri pohon jeruk atau duri pohon yang lain untuk melepas bisa/bulu kamitetep, akan tetapi cara ini memang sulit untuk dilakukan
  • rekatkan lakban pada bagian kulit yang terkena kamitetep kemudian lepaskan lah
  • oleskan salep seperti balsem dan sejenisnya
  • oleskan "enjet". Enjet adalah rabuk kapur gamping yang biasa digunakan untuk menginang. 
demikian lah hal yang saya tahu dari berbagai sumber, informasi ini akan bermanfaat untuk kita dan tetap waspadaengan hewan hewan yang kita anggap tidak berbahaya..