Mengenal Semut madu Myrmecocystus

Mengenal Semut madu Myrmecocystus

Ada istilah ada Gula pasti ada semut, nah kalau ini lain lagi, ada semut ada madu.lah kok bisa?memang ini yang sebenarnya nyata adanya. ketika saya iseng iseng bca arikel sana sini saya menemukan satu artikel yang menurut saya unik, jutaan species semut didunia ini ada satu species yang paling menarik minat saya untuk membacanya yaitu Semut Madu, ya semut madu..serangga asal australia ini ternyata menjadi salah satu makanan bagi suku aborigin.

semut madu



nah disini saya mengutip cerita dari http://wol.jw.org/...yuk kita baca..^-^

"YUMINIYA, kawan kami orang Aborigin, ingin memberi tahu kami salah satu rahasia padang gurun. Sewaktu mengajak kami ke daerah bersemak yang gersang di Alice Springs sebelah utara, di Australia bagian tengah, ia dengan hati-hati mengamati tanah yang berpasir. Di bawah pohon mulga, sejenis akasia, ia mengintai makhluk-makhluk mungil yang akan membawa kami ke buruan yang manis. Mereka adalah semut madu.

Ia menggali dengan bersemangat, mengikuti liang semut jauh di bawah tanah yang berpasir. Tidak lama kemudian, ia membuat lubang sedalam satu meter, cukup baginya untuk duduk. ”Kita bisa menggali untuk mencari semut madu kapan pun sepanjang tahun, tapi paling bagus pada musim dingin karena di musim kemarau udaranya sangat panas,” teriaknya dari dalam lubang. Dengan mata yang terlatih, dia meneliti liang-liang yang ada. ”Kita harus tahu mana liang yang tepat,” jelasnya.

Yuminiya segera menemukan sarang itu. Di dalamnya ada sedikitnya 20 ekor semut madu yang bagian perutnya membengkak sebesar buah anggur dan yang penuh dengan cairan berwarna keemasan. Serangga mungil ini menggelantung di langit-langit tanah, tidak bisa bergerak karena perutnya yang buncit. Dalam beberapa menit, Yuminiya mengumpulkan lebih dari seratus semut dari beberapa liang. ”Madu dari semut ini adalah salah satu makanan kami yang paling manis,” katanya."


Mengenal Semut madu Myrmecocystus


serangga istimewa

Semut Madu (Honey Pot Ant) atau bahasa latinnya Myrmecocystus, semut-semut ini diberi makan oleh semut pekerja dengan buangan pencernaan Aphid (Serangga Daun) yang disebut “madu”.

Zat ini sebenarnya tidak berkaitan dengan madu biasa. Akan tetapi, buangan pencernaan kutu ini yang memakan getah tumbuhan dinamai demikian karena mengandung gula dalam kadar tinggi.

Jadi, para pekerja spesies ini, disebut semut madu, mengumpulkan madu dari kutu, biji (Coccidae), dan bunga. Metode semut mengumpulkan dari kutu sangat menarik. Si semut mendekati kutu dan mulai mendorong perutnya. Kutu memberikan setetes buangan kepada semut. Semut mulai mendorong perut kutu lagi untuk mendapat madu lebih banyak, lalu menyedot cairan yang keluar. Lalu bagaimana mereka memanfaatkan makanan bergula ini, dan apa manfaat makanan ini bagi mereka kemudian?.

Ada pembagian kerja yang hebat di antara semut madu pada fase ini. Sebagian semut digunakan sebagai “guci” untuk menampung nektar yang dikumpulkan para pekerja lain.

Dalam setiap sarang terdapat satu ratu, para pekerja, dan juga para penampung madu. Koloni semut jenis ini biasanya terletak di dekat pohon ek kerdil, yang dapat diambil nektarnya oleh para pekerja.

Pekerja menelan nektar itu dan membawanya ke sarang. Nektar itu lalu ia keluarkan dari mulutnya dan ia tuangkan ke mulut pekerja muda yang akan menampung madu ini.

Pekerja muda ini, yang dinamai pot madu, menggunakan tubuh mereka sendiri untuk menyimpan makanan cair manis yang sering diperlukan koloni untuk melewati masa sulit di gurun pasir.

Mereka diberi makanan hingga membengkak sampai sebesar ANGGUR. Lalu mereka bergantungan di langit-langit ruangan seperti bola kuning, sampai mereka dipanggil untuk memuntahkan nektar itu untuk saudaranya yang lapar.

Selagi menempel pada langit-langit, mereka mirip dengan kelompok anggur kecil dan tembus cahaya. Jika mereka jatuh, para pekerja langsung mengembalikannya ke posisi semula. Madu dalam pot madu beratnya hampir 8 kali lipat berat si semut.

Pada musim dingin atau musim kemarau, pekerja biasa mengunjungi pot madu untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari. Semut pekerja menempelkan mulutnya pada mulut si “pot”, yang mengeluarkan setetes madu dari tempat penyimpanannya dengan mengerutkan otot. Pekerja memakan madu yang bernilai gizi tinggi ini sebagai makanan pada musim sulit.

nah benar benar luar biasa ciptahan allah swt, hewan kecil yang hidup berkoloni saja mampu bekerjasama saling mendukung satu sama lainnya...bukankah sebaiknya kita sebagai manusia yang memiliki akal pikiran mampu mengadopsi tingkah semut ini?hehehehe...
smoga bacaan ini bermanfaat buat kalian