Pulau Berpenghuni Kelinci Terbanyak Didunia

Pulau Berpenghuni Kelinci Terbanyak Didunia


Pulau Berpenghuni Kelinci Terbanyak Didunia Mungkin kalian sudah tidak asing dengan pulau ini dan sudah menjadi menjadi perbincangan yang heboh untuk para pecinta kelinci. Disini kelinci bebas mondar mandir sebagai penghuni pulau dan tidak takut akan keberadaan manusia, biasanya kalau kelinci kita dekati akan lari tapi dipulau ini mereka akan menghampiri, unik bukan?

Pulau Berpenghuni Kelinci Terbanyak Didunia


sebuah pulau di hiroshima ( okunoshima ), Jepang. disalahsatu kepulauan di hiroshima ini dihuni oleh ribuan kelinci. Kenapa kelinci bisa ada banyak disana? setelah saya baca - baca dan cari informasi sana sini ternyata saya menemukan bahwa sejarahnya seperti ini. pada masa perang dunia ke II, pulau ini merupakan pabrik pembuatan senjata biologi, di pulau ini banyak memproduksi gas beracun.



Dan yang menjadi kelinci percobaan dari senjata biologi ini yaitu kelinci..heheheh..setelah sekian lama pabrik pembuatan senjata biologi pun ditutup, dan kelinci yang menjadi kelinci perncobaanpun dilepas dibiarkan bebas berkeliaran, gudang senjata biologi pun sudah dibersihkan oleh pemerintahan jepang dan kini pulau okunoshima pun dibuka untuk liburan.

Pulau Berpenghuni Kelinci Terbanyak Didunia

Ada sebuah hotel sebagai penginapan di sini. Ada juga pusat informasi untuk turis dan sebuah bangunan yang melayani penyewaan sepeda. Kebanyakan turis yang datang ke sini karena ingin melihat kelinci lucu yang tidak takut dengan manusia. Memang banyak sekali kelinci di sini, kebanyakan dari mereka tidak lari jika didekati dan malah mendatangi tanpa rasa takut
Anda bisa mengelilingi pulau ini dengan menggunakan sepeda sewaan. Selain bisa bermain dengan kelinci, Anda juga bisa mendatangi Poison Gas Museum. Pada tahun 1988, dibangunlah museum ini dengan tujuan mengedukasi masyarakat mengenai pabrik gas beracun yang pernah dibuat di sini.


Jika penasaran dengan gedung asli pabrik pembuatan gas beracun, Anda bisa langsung datang ke sana. Gedung asli masih berdiri meski sudah tidak terurus. Turis tidak boleh melewati garis pembatas yang ada di sekeliling gedung karena dianggap bisa membahayakan. Namun banyak juga turis yang tetap masuk ke dalam dan mengabaikan garis pembatas.